Aku Ingin Bercerita, Apa Bisa Seseorang Dengarkanku?

 Gelisah..aku gelisah hari ini. Aku gelisah sejak kemaren..aku sudah lama gelisah.

Awal Januari - aku dipilih oleh guruku untuk ikut sebuah lomba dibulan Mei nanti. Untuk itu ia menyuruhku untuk latihan beberapa bulan ini dulu, dan memberi bantuan perangkat latihan yaitu laptop.

 Karena sudah diberi kepercayaan, aku bertekad untuk giat.

Peraturan Lomba - 1 tim 2 orang. 1 sekolah hanya bisa mengirim 1 tim saja.

Aku punya teman setim. Teman satu kelas. Sesama perempuan. Aku cukup dekat, tapi hanya sebatas teman.


Kami latihan setiap Sabtu dan Minggu.

Minggu pertama latihan - tempat latihanku isinya semua laki-laki. Orang tua kami cemas, jadi aku memberitahu situasiku pada guruku itu.

Sehari setelahnya, guruku marah. Dia mengganti kami dengan anak kelas lain. Aku memberi tahu pada guruku bahwa aku masih ingin ikut, tolong percaya sekali lagi. Aku minta maaf..

Kami diberi kesempatan. Namun harus bersaing dengan kelas lain itu. Aku merespon semangat dan sedih. 

Minggu kedua dan ketiga latihan - anak dari kelas lain itu pemalas, tidak sopan, berisik. Mereka juga pesimis. Kami diberi tugas selama 2 minggu, tugas mereka masih belum selesai. Tugas kami sudah.

Minggu keempat latihan - Mereka mencuri file tugas ku. Aku marah. Aku mengadu pada guruku dan melihatkan buktinya.

Sehari setelahnya, mereka langsung dikeluarkan dari pelatihan lomba itu. Guruku bertanya, mengapa kalian tidak kompak? Bukankah sudah ibuk suruh untuk kompak?. Aku bingung, apa makna kompak yang dibicarakan?

Minggu kelima latihan - Pelatihku sibuk. Dia bahkan sampai tidur di sofa saat kami datang. Sangat tidak sopan. Tapi aku maklumi. Mungkin lelah, tapi setelah bangun tidur dia asik dengan temannya, tidak langsung mengajar kami. Kami sudah disana selama 4 jam.

Minggu keenam latihan - Waktu lomba dimajukan, jadi seminggu lagi. Aku keringat dingin, karena masih banyak yang harus dipelajari. Dan minggu besok adalah waktu ujian sekolah kami. Alhasil guruku memutuskan untuk mengganti kami dengan kakak kelas kami. Sedangkan kami untuk tahun besok.

Marah, sedih, tapi hanya bisa mengiyakan

Minggu ketujuh - Kami ujian.

Minggu kedelapan - libur sekolah.


Waktunya berpuasa. 

Guruku berpesan agar kami tetap latihan. Yang membimbing kami adalah kakak kelas yang ikut lomba sekarang. Ia memberi tugas untuk diselesaikan 1 minggu ini (tugas ini hanya bisa siapkan jika ada kerjasama tim)

Hari 1 : aku mengerjakan bagianku dengan baik.

Hari 2-5: Aku banyak bertanya, dan tugasku hampir siap. Namun aku butuh file temanku agar tugas ini bisa ku lanjutkan.

Hari 6 : Teman tim ku belum menyiapkan tugasnya. Sudah ku beri video cara pembuatannya, ku tunggu seharian, dia bilang sudah bisa dibuat, tapi tidak bisa dikirim ke aku. Aku maklumi karena ia bilang akan memberinya besok.

Hari 7 : Aku tanya saat pagi, katanya dia ada acara. Aku tunggu hingga siang, katanya masih ada acara. Padahal hanya tinggal kirim saja kenapa lama sekali, jika dia belum siap bagaimana aku bisa mengerjakan bagianku?. Aku spam chat hingga malam, dan tak dibalas. Padahal ini hari pengumpulan. Huh...rusak sudah kepercayaan kakak kelasku pada kami.

Hari 8 : Dia beriku pesan. Dia bertanya mengapa bagian sini tidak bisa dibuat.

AKU KAGET, KAGET BUKAN MAIN. BUKANNYA KATANYA TUGASNYA SUDAH SIAP DAN TINGGAL KIRIM? KENAPA MASIH BERTANYA?

Dia bohong kalau tugasnya sudah siap, aku kecewa, aku tidak percaya dia lagi, aku malas menanggapi, padahal sudahku tunggu seharian kemaren. SEHARIAN!!, jika 24 jam dikurang waktu tidurku 8 jam, artinya 16 jam aku menunggu pesannya saja kemaren. 

Sungguh menyebalkan.


Hari ke 12 : dia memintaku agar pulang sekolah kerumahnya dulu untuk buat tugas ini. Karena ku pikir teman se tim harus kompak, aku maklumi kesalahannya.

Aku pergi ke rumahnya. 1 jam pertama, masih sibuk mengerjakan tugasnya. Tiba tiba dia bahas soal drama korea. 2 jam habis. Kesal.

Aku juga suka drama korea, tapi aku tidak sampai mengganggu kehidupanku atau orang lain. Mengapa ia menggangguku?

Hari ke 14 : ada kejadian. Ada sebagian orang yang tidak menyukaiku. Saat di WC, mereka memasukkan kaos kaki ku ke tong sampah. Namun aku tidak lihat orangnya. Jahat, Toxic. Tapi kalian tidak akan melemahkan ku.

Hari ke 15 : Tampaknya rekan tim ku ini tidak ingin membahas tugasnya, tidak ingin mengetjakan tugasnya. Jadi aku mengeluh, mengadu pada kakak kelasku. 

Apa bisa latihannya di sekolah saja agar tugasnya cepat selesai. Namun aku minta bantuan pada kakak kelasku itu, apa bisa dia yang bilang ke rekan tim ku itu untuk latihan di sekolah saja. #Padahal dalam pesanku itu sudah ku jelaskan kata "minta tolongnya" dan sudah ku pikir pikir selama 1 jam untuk membuat kalimat yang kelihatan sopan.

Tapi tampaknya kakak kelasku salah paham. Dia pikir bahwa kami tidak kompak. (ya memang sih). Dan pasti aku kelihatan menyusahkannya...dia tampak menghindar, ia bilang latihannya di tunda saja.

---

Apa yang aku rasakan?. Aku sedih, serasa tidak didukung. Aku hanya sering teringat pesan guruku agar giat, namun mengapa itu sangat sulit?. Ditambah kejadian menyebalkan lainnya. 


Terimakasih sudah mendengarkan ceritaku. Aku gelisah, aku gelisah karena sudah diberi kepercayaan tapi aku tidak giat. Aku kecewa dengan orang orang disekitarku.

Masih banyak hal yang terjadi di bulan januari, februari dana maret itu. Tapi aku tak bisa menyampaikan semuanya.

Terimakasih...


Komentar